New York Knicks bangkit di kuarter keempat untuk mengalahkan San Antonio Spurs 124–113 di Las Vegas dan merebut gelar NBA Cup, trofi pertama klub di abad ke-21. Jalen Brunson terpilih sebagai MVP setelah memimpin Knicks dengan kombinasi kepemimpinan, kedalaman skuad, dan intensitas yang menentukan hasil laga.

Trofi yang Sudah Lama Dinantikan New York, Dipimpin oleh Jalen Brunson

Kemenangan Knicks di NBA Cup mungkin tidak memiliki bobot sejarah seperti gelar juara NBA, tetapi bagi sebuah franchise yang sudah lama haus prestasi, pencapaian ini tetap sangat berarti.

Jalen Brunson menjadi pusat segalanya. Guard Knicks tersebut mencetak 25 poin dan 8 assist di partai final, mengendalikan ritme permainan di paruh kedua, dan hampir secara mutlak terpilih sebagai MVP NBA Cup. Hanya satu jurnalis yang memilih pemain lain, OG Anunoby, sementara sebagian kecil suara penggemar jatuh kepada Victor Wembanyama.

Bagi New York, ini bukan sekadar kemenangan satu pertandingan. Ini adalah trofi pertama sejak era pra-merger, ketika Willis Reed dan Walt Frazier membawa Knicks meraih gelar juara NBA pada 1970 dan 1973. Setelah itu, prestasi simbolis pun nyaris tidak ada. Knicks bahkan tidak pernah menjuarai Summer League di era modern, dan satu-satunya trofi pasca-1970-an adalah McDonald’s Open 1990 pada era Patrick Ewing.

Brunson, yang dua kali menjuarai NCAA, direkrut pada 2022 justru untuk momen-momen seperti ini. Knicks tidak mendatangkannya demi statistik individu, melainkan untuk membangun budaya kemenangan. Gelar NBA Cup ini bukan pengganti kesuksesan di playoff, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa Brunson adalah pemimpin yang tepat untuk masa depan klub.

Uang Tetap Menjadi Motivasi, Bahkan di Liga Bernilai Miliaran Dolar

Setiap pemain Knicks menerima sekitar 531 ribu dolar AS sebagai bonus kemenangan NBA Cup, sementara pemain dengan kontrak dua arah mendapatkan setengahnya. Bagi bintang seperti Brunson atau Karl-Anthony Towns, yang gajinya mencapai 35 hingga 50 juta dolar per musim, jumlah ini relatif kecil.

Namun tidak demikian bagi semua pemain.

Brunson mengakui bahwa faktor finansial tetap menjadi motivasi, bukan untuk dirinya, melainkan untuk rekan setim dan staf yang penghasilannya jauh lebih rendah. Tyler Kolek, yang baru memasuki musim keduanya di NBA, berencana membelikan hadiah untuk orang tuanya. Towns akan menyumbangkan bonus tersebut untuk kegiatan amal di Republik Dominika. Jordan Clarkson, yang baru pindah dari Utah ke New York, menyebut bonus itu akan digunakan untuk membayar sewa apartemen. Josh Hart bahkan bercanda ingin membeli jam tangan baru setelah beberapa miliknya dicuri pada musim panas lalu.

NBA selama ini kesulitan menciptakan intensitas dalam ajang eksibisi, terutama di All-Star Game. NBA Cup justru berhasil karena insentif nyata masih berdampak pada perilaku pemain. Meski para pemain tergolong sangat kaya, adanya taruhan nyata membuat mereka bermain dengan keseriusan penuh.

Knicks Menang Bukan Hanya karena Bintang, tetapi karena Kedalaman Skuad

OG Anunoby menjadi pencetak angka terbanyak dengan 28 poin, tetapi kebangkitan Knicks tidak ditentukan oleh satu pemain saja. Jordan Clarkson menyumbang 15 poin dari bangku cadangan, termasuk tembakan tiga angka penting pada akhir kuarter ketiga dan awal kuarter keempat. Ia juga mencatat plus-minus terbaik tim bersama Brunson.

Yang tak kalah penting adalah cara pelatih Mike Brown membagi peran. Berbeda dengan versi Knicks sebelumnya di bawah Tom Thibodeau, tim ini jauh lebih fleksibel. Brown memberi kepercayaan kepada Kolek di menit-menit krusial kuarter keempat, sementara Mikal Bridges yang lebih berpengalaman justru tetap di bangku cadangan.

Senjata rahasia Knicks mungkin adalah Mitchell Robinson. Center cadangan ini menjalani salah satu musim offensive rebounding paling dominan dalam sejarah NBA, dengan hampir 30 persen tembakan rekan setim yang meleset berhasil ia ubah menjadi penguasaan bola baru. Di final, Robinson mencatat 10 offensive rebound.

Keunggulan ini sangat signifikan. Knicks rata-rata memiliki sekitar empat penguasaan bola lebih banyak per pertandingan dibanding lawan, ditambah sekitar 1,5 penguasaan bola ekstra karena minimnya turnover. Dalam basket, peluang ekstra tersebut sering kali menjadi pembeda antara menang dan kalah.

Masa Depan San Antonio Spurs Masih Sangat Cerah

Spurs sempat menguasai jalannya pertandingan sebelum akhirnya runtuh di kuarter keempat akibat tekanan Knicks yang lebih berpengalaman. Bagi tim muda seperti San Antonio, pengalaman ini tetap bernilai besar.

Sejarah memberi harapan. Dua tim runner-up NBA Cup sebelumnya mampu melaju cepat ke Final NBA. Indiana mencapainya pada musim berikutnya, sementara Oklahoma City melakukannya di musim yang sama dan bahkan menjadi juara.

Victor Wembanyama kembali memulai laga dari bangku cadangan dan mencetak 18 poin dalam 25 menit. Ia tidak berada dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun emosional. Nenek Wembanyama meninggal dunia pada hari final, dan ia tidak berbicara kepada media setelah pertandingan. Sikapnya yang lebih pendiam selama timeout mencerminkan beban berat yang ia pikul.

San Antonio juga mencoba kombinasi tiga guard sekaligus, yaitu Stephon Castle, De’Aaron Fox, dan rookie Harper yang mencetak 21 poin. Skema ini masih belum matang, tetapi patut dipantau menjelang playoff.

Bagi pemain muda, tampil di pertandingan yang benar-benar berarti adalah bagian terpenting dari proses perkembangan, bahkan jika hasil akhirnya menyakitkan.

NBA Cup Perlu Meninggalkan Las Vegas

Musim ini menjadi kali terakhir semifinal NBA Cup digelar di lokasi netral. Mulai musim depan, hanya partai final yang dimainkan di lapangan netral, dan lokasi tersebut masih belum ditentukan.

Atmosfer di Las Vegas terasa datar. Tanpa basis penggemar NBA lokal dan budaya suporter tandang yang kuat, pertandingan terasa mirip era bubble saat pandemi. Hal ini mengurangi daya tarik turnamen.

NBA tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk lokasi internasional, meski ide tersebut berpotensi menurunkan minat pemain karena perjalanan jarak jauh di tengah musim. Alternatif yang lebih menarik adalah menggelar final di arena legendaris basket perguruan tinggi, yang beberapa di antaranya bahkan memiliki kapasitas lebih besar dibanding arena NBA.

Bayangkan Brunson, Mikal Bridges, dan Josh Hart merayakan gelar NBA Cup di depan para penggemar Villanova. Dampaknya bisa luar biasa.

NBA Cup memang belum sempurna, tetapi konsepnya terbukti berhasil. Kompetisinya nyata, insentifnya relevan, dan liga masih memiliki ruang untuk menyempurnakan formatnya. Yang terpenting, para pemain peduli, dan itu berarti turnamen ini akan bertahan lama.

Seiring berakhirnya NBA Cup, musim reguler NBA terus berlanjut dengan persaingan playoff yang semakin ketat di kedua konferensi. Penggemar dapat mengikuti jadwal pertandingan dan hasil NBA terbaru, serta mendapatkan pembaruan lengkap seputar berita, analisis, dan perkembangan terkini dari seluruh liga.

Share this post

Related posts